Representasi Dampak Krisis Lingkungan dalam Puisi-Puisi Karya Taufiq Ismail

Kajian Ekokritik Greg Garrard

Authors

  • Nurul Hidayah Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.61132/morfologi.v4i2.2643

Keywords:

Ecocriticism, Environment, Literature, Poetry, Taufiq Ismail

Abstract

Environmental damage caused by human activities has become an increasingly pressing global issue. Poetry as a literary work has the power to represent ecological problems symbolically and critically. This study aims to describe the representation of the impact of the environmental crisis in Taufiq Ismail's poems, namely "Menengajah Ke Atas, Merenungi Ozone yang Tak terlihat" and "Membaca Tanda-Tanda." The analysis is based on Greg Garrard's ecocritical study. This study uses a qualitative method with content analysis techniques. There are two stages of analysis, namely the literal and symbolic meaning of the poems, then an ecocritical interpretation is carried out based on Garrard's categories which include pollution, wilderness, apocalypse, dwelling, animals, and earth. The results of the study indicate that both poems represent the impact of the environmental crisis through health problems due to pollution and radiation, damage to water and forest ecosystems, climate change, threats to human living space, and the decline in biodiversity. The research findings also show that the most dominant categories are pollution and apocalypse, which confirms that the environmental crisis in Taufiq Ismail's poems is the result of human behavior that ignores nature. Thus, Taufiq Ismail's poems not only function as aesthetic works, but also as cultural criticism and moral warnings for humanity.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abror, M., & Sabila, S. A. N. (2025). Ekokritik Greg Garrard pada puisi D. Zawawi Imron: Analisis tema dan simbolisme alam. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 5(1), 291–298. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i1.1377

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025, May 6). 2024 jadi tahun terpanas sepanjang sejarah, perubahan iklim kian membahayakan kesehatan publik. BMKG. https://www.bmkg.go.id/berita/utama/bmkg-2024-jadi-tahun-terpanas-sepanjang-sejarah-perubahan-iklim-kian-membahayakan-kesehatan-publik

Diantika, N., & Triyoga, A. I. (2026). Keterasingan manusia dari alam dalam cerpen Sumir karya Eka Kurniawan: Kajian ekokritik sastra Greg Garrard. Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya, 10(1), 165–182. http://dx.doi.org/10.30872/jbssb.v10i1.22230

Endraswara, S. (2016). Ekokritik sastra. Morfalingua.

Fitriandhini, D., & Putra, A. (2022). Dampak kerusakan ekosistem hutan oleh aktivitas manusia: Tinjauan terhadap keseimbangan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan, 3(3). https://doi.org/10.24036/jkpl.v3i3.59

Garrard, G. (2004). Ecocriticism: The new critical idiom. Routledge.

Jannah, A., & Efendi, A. N. (2024). Kajian ekologi sastra (ekokritik) dalam antologi puisi Negeri di atas Kertas karya Komunitas Sastra Nusantara: Perspektif Lawrence Buell. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 77–90. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17182

Juanda. (2025). Ekologis hutan novel Si Anak Pemberani karya Tere Liye: Kajian ekokritik Garrard. Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya, 8(1), 11–27. https://jurnal.unsur.ac.id/dinamika/article/download/4772/3233

Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology. SAGE Publications.

Larasati, M. M. B. (2021). Kajian ekokritik sastra: Representasi lingkungan dan alam dalam 50 cerpen tani karya E. Rokajat Asura dkk. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(2), 715–725. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i2.1967

Mujahidin, A. (2023). Metode penelitian kualitatif bidang tafsir al-Qur’an. UIN Kiai Ageng Muhammad Besari.

Oktaviani, S., & Ruddin, M. (2024). Representasi ekokritik sastra perspektif Lawrence Buell dalam novel Menanam adalah Melawan karya Widodo. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 254–268. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17210

Prawoto, & Ahmadi, A. (2026). Pembelajaran transformatif melalui sastra: Analisis filsafat ilmu pendidikan terhadap pergeseran motivasi belajar siswa SMPN 2 Gondang pasca membaca novel Laskar Pelangi. An-Nas: Jurnal Humaniora, 10(1). https://doi.org/10.32665/annas.v10i1.5812

Qoimah, N. A., Faisol, M., & Fitriari, L. (2025). Narasi kerusakan alam dalam novel Nazif Al-Hajr karya Ibrahim Al-Kuni: Perspektif ekokritik Greg Garrard. Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan, 6(1), 1–19. https://doi.org/10.51190/jazirah.v6i1.252

Tyas, D. N. (2022). Peningkatan kemampuan ecoliteracy melalui inovasi media pembelajaran berbasis Kahoot games subtema pemanfaatan SDA hayati dan nonhayati untuk siswa SD. Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan, 10(2), 115–125. https://doi.org/10.33506/jq.v10i2.1548

Zulfirman, R. (2022). Implementasi metode outdoor learning dalam peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di MAN 1 Medan. Jurnal Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran, 3(2). https://doi.org/10.30596/jppp.v3i2.11758

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Nurul Hidayah. (2026). Representasi Dampak Krisis Lingkungan dalam Puisi-Puisi Karya Taufiq Ismail: Kajian Ekokritik Greg Garrard. Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 4(2), 91–101. https://doi.org/10.61132/morfologi.v4i2.2643

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.