Program Sosialisasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Kebakaran pada Kader Posyandu dan Masyarakat Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar

Authors

  • Rici Riansyah Universitas Sebelas Maret
  • Jordan Syah Gustav Universitas Sebelas Maret
  • Nabila Putri 'Aisy Fauzia Universitas Sebelas Maret
  • Andrian Abib Abednego Universitas Sebelas Maret
  • Azka Nisa Nur Azizah Universitas Sebelas Maret
  • Dwita Nur Sabrina Universitas Sebelas Maret
  • Ilham Mustofa Universitas Sebelas Maret
  • Jannatika Finna Al Aufa Universitas Sebelas Maret
  • Naila Rizquna Maghriza Universitas Sebelas Maret
  • Rahsya Ariiqarlo Pahlavi Universitas Sebelas Maret
  • Theresia Nabila Pradita Universitas Sebelas Maret
  • Andrian Qymnastiar Universitas Sebelas Maret
  • Ezriani Ezriani Universitas Sebelas Maret
  • Rizqy Kartika Sari Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.61132/aspirasi.v4i3.2708

Keywords:

Community Preparedness, Disaster Education, Fire, Mitigation, Posyandu

Abstract

Mitigation is a series of efforts to reduce disaster risk, both through physical development and awareness and capacity building to deal with disaster threats. According to data from the Karanganyar District Disaster Management Agency (BPBD), fires are one of the most common disasters, especially in the Jumantono subdistrict. The lack of knowledge and awareness among villagers regarding fire management is a major threat. According to one community member, they have never received any socialization or training on fire disaster management. The Pos Pelayanan Terpadu or Posyandu is a basic health activity organized by, for, and with the community, especially for maternal and child health. Posyandu cadres are one of the driving forces in developing the knowledge of the Tunggulrejo Village community. The provision of socialization and training on fire preparedness for Posyandu cadres is a strategic step in instilling knowledge of fire emergency response in the community of Tunggulrejo Village. The results of the socialization that has been carried out show a significant increase in the knowledge and understanding of Posyandu cadres regarding the dangers, risks, and handling of fire disasters. Firefighting training using Traditional Fire Extinguishing Equipment (APAT) has become a provision for fire preparedness for Posyandu cadres.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, M. N. & Nuryono, A. (2020). Analisis bahaya dan risiko kerja di industri pengolahan teh dengan metode HIRA atau IBPR. Journal of Industrial and System Engineering, 1(1), 65-74.

Amiruddin, A. et al. (2022). Penyuluhan tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir dan pasca bencana bagi masyarakat. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(8), 2426-2435.

Amiruddin, J. F., Septio, B., & Zahra, N. A. (2023). Edukasi bencana kebakaran terhadap peningkatan pengetahuan pengurus Karang Taruna RW. 02 Cipayung. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 4, SNPPM2023BRL-100.

Asiri (2020). Pelaksanaan mitigasi bencana kebakaran pada dinas pemadam kebakaran kabupaten buton. Jurnal Studi Kepemerintahan, 3(2), 32-39.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2024). Data Bencana Indonesia 2023 (A. Rosyida, M. Aziz, Y. Firmansyah, T. Setiawan, K.P. Pangesti, & F.K. Ichsan). Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Karanganyar. (2025). Laporan data bencana alam Kecamatan Jumantono tahun 2025. BPBD Karanganyar.

Badan Standardisasi Nasional. (2018). SNI 7368:2018 Sistem instalasi gas LPG untuk bangunan. BSN.

Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 03-3985-2000: Tata cara perencanaan sistem proteksi Kebakaran. BSN.

Cholil, A. A., Santoso, S., Syahrial, T. R., Sinulingga, E. C., & Nasution, R. H. (2020). Penerapan Metode HIRADC sebagai upaya pencegahan risiko kecelakaan kerja pada divisi operasi pembangkit Listrik tenaga gas uap. Jurnal Bisnis & Manajemen, 20(2), 41-664.

Hafiz, M., & Candra, O. (2021). Perancangan sistem pendeteksi kebakaran berbasis mikrokontroller dan aplikasi map dengan menggunakan IoT. JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional), 7(1), 53.

Hidayat, R., & Anwar, M. (2023). Peran manajemen dalam efektivitas pelatihan kebakaran di tempat kerja informal. Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 12(1), 43–52. https://doi.org/10.1234/jkkk.v12i1.2023

Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 24. Sekretariat Negara.

Izhar, M. D., Butar, M. B., & Aswin, B. (2020). Edukasi upaya keselamatan dan kesehatan kerja di SMK Negeri 3 Kota Jambi. Jurnal Salam Sehat Masyarakat, 2(1), 7-12.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Profil kesehatan Indonesia 2017. Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/1502/2023 tentang petunjuk teknis integrasi pelayanan Kesehatan primer.

Komisi VIII DPR RI. (2020). Keterangan pengusul Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana (pp. 1-7).

Luqman Ashari, M., et al. (2023). Analisis kesesuaian alat pemadam api ringan berdasarkan Permenakertrans No. 4 Tahun 1980 di area workshop mekanik perusahaan galangan Kapal. IJESPG Journal, 1(3), pp. 13–20.

Mubarak, H., et al. (2023). Sosialisasi cara penggunaan APAR (alat pemadam api ringan) sebagai bagian dari edukasi keselamatan dan kesehatan rerja (K3). JDISTIRa, 3(1), 55–69.

National Fire Protection Association. (2020). List of Codes and Standards.

https://www.nfpa.org/Codes-andStandards/All-Codes-and-Standards/List-of-Codes-and-Standards.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Nomor Per-04/Men/1980 tentang syarat-syarat pemasangan dan pemeliharaan alat pemadam api ringan.

Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 7 Tahun 2015 tentang Rambu dan Papan Informasi Bencana.

Ramadhani, Y., & Sulistyo, A. (2021). Risiko kebakaran pada sektor peternakan: Kajian lingkungan dan bahan mudah terbakar. Jurnal Mitigasi Kebakaran, 7(2), 88–96.https://doi.org/10.5678/jmk.v7i2.2021

Republik Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.

Republik Indonesia. (2008). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan penanggulangan bencana

Sari, M. D., Wulandari, E., & Prasetya, D. (2022). Efektivitas metode demonstrasi dalam pelatihan kebencanaan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 18(3), 251–260. https://doi.org/10.7454/jikm.v18i3.2022

Seni, W. et al. (2023). Penyuluhan penanggulangan kebakaran kompor gas menggunakan alat pemadam api tradisional. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 1(6), 716–724.

Setyawan, T., & Lestari, A. (2020). Pengaruh pelatihan pemadaman kebakaran terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan pekerja di perusahaan tekstil. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 112–120. https://doi.org/10.14710/jkm.v15i1.2020

Skinner, B. F. (2013). Science and human behavior. Free Press.

Widyastuti, C., Pujotomo, I., Qosim, M. N., Hariyati, R., Hasanah, A. W., Handayani, O., & Koerniawan, T. (2020). Penyuluhan pengetahuan tentang instalasi listrik dan mengoptimalkan penggunaannya serta mengatasi bahaya listrik bagi masyarakat di wilayah Duri Kosambi, Cengkareng Jakarta Barat. TERANG, 2(2), 100–108.

World Health Organization. (2002). Gender and Health Disaster. World Health Organization

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Rici Riansyah, Jordan Syah Gustav, Nabila Putri ’Aisy Fauzia, Andrian Abib Abednego, Azka Nisa Nur Azizah, Dwita Nur Sabrina, … Rizqy Kartika Sari. (2026). Program Sosialisasi dan Pelatihan Kesiapsiagaan Kebakaran pada Kader Posyandu dan Masyarakat Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Karanganyar. ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian Dan Kegiatan Masyarakat, 4(3), 40–52. https://doi.org/10.61132/aspirasi.v4i3.2708

Similar Articles

<< < 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.