Pura Siwa Jagat Karana sebagai Pusat Orientasi Keagamaan, Sosial, dan Budaya Masyarakat Hindu Bali di Kota Ternate
DOI:
https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i5.2299Keywords:
Balinese Hindu Community, Challenges, Pura Siwa Jagat Karana, Socio-Cultural Orientation, Structural FunctionalismAbstract
This research examines the role of Pura Siwa Jagat Karana as the orientation center of the Balinese Hindu community in Ternate City, functioning not only as a place of worship but also as a hub for social and cultural activities. The study aims to describe the role of Pura Siwa Jagat Karana in the religious, social, and cultural life of the Balinese Hindu community and to analyze the challenges faced in sustaining its existence within a multicultural society. The research employs Emile Durkheim’s Structural Functionalism theory, emphasizing the role of religious institutions in maintaining social integration. A qualitative approach was applied, using observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that Pura Siwa Jagat Karana functions as a spiritual center, a medium for preserving Balinese culture, and a means of strengthening solidarity and identity of the Balinese Hindu community. Nevertheless, the temple faces several challenges, including limited accessibility for worshippers, changes in management, insufficient ritual facilities, dynamics in priest leadership, and constrained resources. Despite these obstacles, the temple continues to serve as a symbol of harmony and a space for interfaith dialogue that fosters peace in the heterogeneous society of Ternate.
Downloads
References
Bawa, K. G. A. (2020). Pura Siwa Sila Gatra Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali (Sejarah, Struktur dan Fungsi Serta Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal di SMA). Candra Sangkala, 2(1). https://doi.org/10.23887/jcs.v2i1.28800
Fahrurrozhi, A., & Kurnia, H. (2024). Memahami kekayaan budaya dan tradisi suku Bali di Pulau Dewata yang menakjubkan. Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 2(1), 39–50. https://doi.org/10.61476/6635j851
Gazaly, A. I., Ibrahim, B., & Suroyo, S. (2021). Eksistensi Pura Agung Jagatnatha dan implementasi nilai kebinekaan di Kota Pekanbaru. Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan, 5(2), 183–193. https://doi.org/10.29408/fhs.v5i2.4102
Gunawan, I. K. P. (2022). Pura Kurisi di Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng (Studi Nilai Pendidikan Agama Hindu). Haridracarya: Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 3(1), 10–19.
Hasyim, R. (2019). Masyarakat dan kebudayaan Ternate dalam perspektif sejarah. Jurnal Geocivic, 2(2). https://doi.org/10.33387/geocivic.v2i2.1474
Metasari, N. L. P. (2013). Perubahan dan kontinyuitas tradisi budaya Bali oleh komunitas orang-orang Bali yang tinggal di Surakarta. Journal of Rural and Development, 4(1).
Prameswari, C. D., Sudiarna, I. G. P., & Suarsana, I. N. (2023). Bentuk adaptasi etnis Bugis terhadap lingkungan sosial-budaya di Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(3), 940–947.
Purna, I., Astuti, R., & Sunjata, W. P. (1997). Sistem pemerintahan tradisional di Bali. Direktorat Jenderal Kebudayaan.
Purningsih, N. W., Yuliani, I. A. K. S., Togio, E., & Diantara, I. W. W. (2023). Pengaruh praktik keagamaan Hindu terhadap kehidupan sosial masyarakat Bali. Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(6), 309–316.
Rukin, S. P. (2019). Metodologi penelitian kualitatif. Yayasan Ahmar Cendekiawan Indonesia.
Safira, A. (2018). Tindak pidana yang dilakukan petugas pemasyarakatan dalam menjalankan tugas dan fungsinya (Kajian teori struktural fungsional Emile Durkheim) (Disertasi Doktor, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).
Sakti, R. R. (2024, Mei 27). Sejarah singkat asal-usul, budaya, dan suku di Bali. DetikBali. https://www.detik.com/bali/berita/d-7358742/sejarah-singkat-asal-usul-budaya-dan-suku-di-bali
Subawa, I. B. G. (2024). Agama Hindu dan budaya Bali: Warisan luhur dalam kehidupan modern. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 7(4), 104–113. https://doi.org/10.37329/kamaya.v7i4.3805
Sudikan, S. Y. (2001). Metode penelitian sastra lisan: Paradigma, pendekatan, teori, konsep, teknik penyusunan proposal, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan teknik penulisan laporan. Citra Wacana.
Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian: Primer, sekunder, dan tersier. Edu Research, 5(3), 110–116.
Wartayasa, I. K. (2018). Kebudayaan Bali dan Agama Hindu. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), 173–192.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



