Representasi Hegemoni pada Film “Miracel in Cell No. 7” Karya Hanung Bramatyo

Authors

  • Mohammad Husen Husen Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo
  • Mohammad Saied Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo
  • Nur Rizqiyanti Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo
  • Ahmad Ilzamul Hikam Universitas Islam Zainul Hasan Genggong Probolinggo

DOI:

https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i6.2417

Keywords:

Antonio Gramsci, Film, Hegemoni, Power Relations, Representasi

Abstract

. Film as a mass communication medium not only functions as entertainment, but also as a means of representing power relations in society. Miracle in Cell No. 7 works by Hanung Bramantyo show various forms of official domination and legal inequality which are relevant to be studied through a hegemony perspective. This research aims to describe the forms of hegemony that appear in the film and interpret the social criticism conveyed through the narrative and visualization. The research uses qualitative methods with listening and note-taking techniques, then the data is analyzed through reduction, presentation and drawing conclusions based on Antonio Gramsci's theory of hegemony. The research results show that this film contains four forms of hegemony: ideological hegemony through the instillation of disciplinary values; hegemony of power through apparatus domination and abuse of authority; cultural hegemony through the imposition of a single standard of behavior; and moral hegemony through the formation of ethical judgments that benefit those in power. These findings indicate that films not only present emotional stories, but also present criticism of legal injustice and structural domination. This research confirms that visual media plays an important role in forming public awareness regarding the practice of power in social life.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Addina, N., & Hanif, M. (2025). Pendidikan dan kekuasaan: Antara pembebasan dan dominasi perspektif Michel Foucault, Pierre Bourdieu, dan Paulo Freire. Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 196–210.

Alamsyah, I., & Nugroho, Y. (2024). Hegemoni dalam novel Majnun karya Anton Kurnia (kajian hegemoni Antonio Gramsci). BAPALA: Kajian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 11(1).

Azkiyah, N. S., & Subandi, S. (2025). Bentuk hegemoni terhadap dominasi gender dalam film Xiàngfēng Érxíng《向风而行》: Perspektif hegemoni Antonio Gramsci. Jurnal Bahasa Mandarin, 8(1).

Dani, F. R., & Suseno. (2023). Hegemoni Gramsci dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Jurnal Sastra Indonesia, 12(2), 127–137. https://doi.org/10.15294/jsi.v12i2.70403

Firmansyah, A. W., & Auliya, N. I. (2022). Hegemoni penindasan dan moral dalam novel Bidadari Tak Suci karya Fissilmi Hamida (kajian sosiologi sastra). Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia, 7(2), 59–67.

Firmansyah, R. A., & Indarti, T. (2023). Internalisasi counter-hegemoni dalam novel Tutur Dedes Doa dan Kutukan karya Amalia Yunus (kajian hegemoni Antonio Gramsci). Bapala, 10(1), 59–70.

Indah, S. I. M., et al. (2023). Representasi budaya Banyuwangi dalam Banyuwangi Ethno Carnival: Pendekatan teori representasi Stuart Hall. Education: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(2), 32–42. https://doi.org/10.51903/education.v3i2.332

Maulidiyah, A. P. C., & Ahmadi, A. (2024). Dinamika kekuasaan dan budaya film Nana Before Now and Then karya Kamila Andini: Perspektif hegemoni Gramsci. Jurnal Diksatrasia, 8(2), 399–417. https://doi.org/10.25157/diksatrasia.v8i2.14052

Messakh, A., Jama, K. B., & Reteg, I. N. (2024). Representasi hegemoni terhadap kehidupan tokoh utama dalam novel Sapaan Sang Giri karya Isna Marifa. Bianglala Linguistika: Jurnal Linguistik, 12(1), 6–13.

Mohammad, K., et al. (2023). Moral values in the film Miracle in Cell No. 7 by Hanung Bramantyo. ICCCM Journal of Social Sciences and Humanities, 2(4), 58–65. https://doi.org/10.53797/icccmjssh.v2i4.8.2023

Pangestu, I. B., et al. (2023). Hegemoni kekuasaan dalam novel 86 karya Okky Madasari. Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 19(2), 261–279. https://doi.org/10.25134/fon.v19i2.7861

Rachman, R. F. (2020). Representasi dalam film. Jurnal Paradigma Madani: Ilmu Sosial, Politik dan Agama, 7(2), 10–18.

Salsabila, F. A., & Fatawi, N. F. (2023). Hegemoni budaya masyarakat dalam film KKN di Desa Penari karya Simpleman (kajian hegemoni Gramsci). Bullet: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(3), 695–702.

Shabrina, R., & Saeful, M. (2024). Kekuasaan dan wewenang dalam perspektif sistem pemerintahan. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 1(4), 82–93.

Suwandi, & Affandy, A. N. (2023). Dominasi penguasa dalam penanganan COVID-19 pada kumpulan cerpen Wabah: Kajian hegemoni Gramsci. Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra (Pendistra), 6(2), 127–145. https://doi.org/10.54367/pendistra.v6i2.2790

Taufiqi, A. R., & Astuti, C. W. (2021). Hegemoni kekuasaan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori. Jurnal Bahasa dan Sastra, 8(1).

Tinambunan, L. (2023, May). Rasionalitas kepatuhan dan pembangkangan terhadap kekuasaan politik. In Seminar Nasional Filsafat Teologi (pp. 1–9).

Zein, L. F., et al. (2019). Hegemoni dalam novel Memories d’Hadrien karya Marguerite Yourcenar. Jentera, 8(1), 12–15. https://doi.org/10.26499/jentera.v8i1.1063

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Husen, M. H., Mohammad Saied, Nur Rizqiyanti, & Ahmad Ilzamul Hikam. (2025). Representasi Hegemoni pada Film “Miracel in Cell No. 7” Karya Hanung Bramatyo. Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra Dan Budaya, 3(6), 1–12. https://doi.org/10.61132/morfologi.v3i6.2417

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.