Eksistensi Jamu Tradisional Berbahan Akar dan Rimpang Tumbuhan di Kota Pekalongan
DOI:
https://doi.org/10.61132/morfologi.v4i4.2815Keywords:
Cultural Heritage, Pekalongan, Plant Roots, Traditional Herbal Medicine, Traditional Processing MethodsAbstract
This study aims to identify the varieties of traditional herbal medicine (jamu) made from plant roots that continue to exist in Pekalongan City and to describe the traditional processing methods employed by the local community. The study adopted a qualitative descriptive approach, with data collected through participant observation, in-depth interviews, and documentation involving jamu vendors, producers, and consumers in the Banjarsari Market area and its surroundings. The findings indicate that root-based jamu is still produced and consumed by the community, particularly in the forms of kunyit asam, beras kencur, ginger, temulawak, cogon grass (alang-alang), temu ireng, galangal, and lempuyang. Each type of jamu serves different health purposes, such as maintaining stamina, stimulating appetite, relieving muscle aches, improving digestion, and supporting physical recovery. The preparation process is generally carried out using simple traditional methods, including boiling, grinding, and filtering the ingredients before consumption. Nevertheless, the sustainability of traditional jamu faces several challenges, including modernization, changing consumer preferences, and the low rate of business succession among younger generations. Therefore, preservation efforts through education, innovation, and support from various stakeholders are essential to ensure that traditional jamu remains sustainable as a cultural heritage and a symbol of the local identity of Indonesian society.
Downloads
References
Adriani, A., Pritasari, W., & Abstrak, I. A. (2024). Literature review: Jenis dan manfaat jamu di Indonesia. Biology and Education Journal, 4(1).
Afriannisa, A., Rahma, H., Azhirakeisha, M., Aisyah, R., & Zulfadiana. (2025). Pemanfaatan akar alang-alang sebagai alternatif herbal dan bahan fungsional berkelanjutan. Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 11(2).
Anindhita, A., Mahfur, & Khasanah, K. (2021). Strategi opmalisasi potensi biofarmaka melalui pembentukan kampung jamu di Kabupaten Pekalongan.
Kajian profil konsumen dan perilaku konsumsi jamu di Sukoharjo Jawa Tengah. (n.d.-a).
Kajian profil konsumen dan perilaku konsumsi jamu di Sukoharjo Jawa Tengah. (n.d.-b).
Koswara, S. (n.d.). Jahe, rimpang dengan sejuta khasiat.
Panjaitan, R. S. U., Rusmiyanto P. W., E., & Mukarlina. (2023). Ethnobotany of traditional medicine plant ethnic Chinese in Pemangkat Sub-district, Sambas District. Jurnal Biologi Tropis, 23(4), 572–581. https://doi.org/10.29303/jbt.v23i4.5658
Pertiwi, S. A., & Hidayat, N. (2024a). Diplomasi Indonesia dalam mempertahankan jamu sebagai warisan budaya nasional. Moestopo Journal International Relations (MJIR), 4(2).
Pertiwi, S. A., & Hidayat, N. (2024b). Diplomasi Indonesia dalam mempertahankan jamu sebagai warisan budaya nasional. Moestopo Journal International Relations (MJIR), 4(2).
Pipit Miranti, I., Nur Cahyani, A., Hidayaturohman, E., Fathina Rifa, N., Farmasi dan Makanan, A., & Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Ajibarang, S. (2025a). Efek pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap berat mencit galur Swiss-Webster: Effect of giving a combination of black temu, temulawak, kencur and ginger infusion on the weight of Swiss-Webster strain mice. Stigma, 18(1).
Pipit Miranti, I., Nur Cahyani, A., Hidayaturohman, E., Fathina Rifa, N., Farmasi dan Makanan, A., & Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Ajibarang, S. (2025b). Efek pemberian infusa kombinasi temu ireng, temulawak, kencur, dan jahe terhadap berat mencit galur Swiss-Webster: Effect of giving a combination of black temu, temulawak, kencur and ginger infusion on the weight of Swiss-Webster strain mice. Stigma, 18(1).
Putra, N., Fauziah, F., Bakhtra, A., Wahyuni, R., Fadhila, M., Eriadi, A., & Zafrul, A. (2025). Pelatihan pembuatan minuman temulawak-madu untuk membantu meningkatkan nafsu makan keluarga di Kelurahan Kurao Pagang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i2.2199
Widya, U., Surabaya, K., Leonardo, O. P., Churota’ayun, E., & Haryati, V. (n.d.). Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER): Analisis perbandingan tanaman obat tradisional (akar, batang, dan bunga) di Indonesia & Tiongkok ditinjau dari segi sejarah dan cara pengolahan.
Wirasti, & Ningrum, A. (2020). Pembinaan peracik jamu di kecamatan. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 3(2). https://doi.org/10.31596/jpk.v3i2.88
Yosefina Orance, Yulimira Syafriati Y. M. Sani, & Dian Ernaningsih. (2024). Identifikasi tumbuhan berkhasiat obat tradisional berbasis pengetahuan lokal di Desa Hepang Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Journal Innovation in Education, 2(1), 160–182. https://doi.org/10.59841/inoved.v2i1.882
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




